Sambal adalah saus
pendamping makanan khas Indonesia. Saya pribadi adalah penggemar berat sambal dan terkadang menilai suatu masakan dari sebuah resto boleh disebut sedap atau tidak tergantung dari seberapa sedap dan nendang sambalnya. Kami yang berasal dari Jawa Timur amat
menyukai sambal terasi baik matang ataupun mentah. Tetapi saya juga amat menyukai sambal matah yang pertama kali saya temui saat ibu kos saya di Bali secara rutin menyajikannya untuk saya.
Resep sambal terasi ala
keluarga saya :
Bahan dasar :
Terasi matang
Cabe rawit
Cabe merah besar (bagi yang
tidak suka pedas )
Garam dan gula sesuai
selera (saya lebih suka rasa asin, takaran gula yang saya pakai hanya seujung
sendok teh)
Bahan yang bisa
ditambahkan sesuai selera (pilih satu bahan, atau dua, atau semuanya) :
Tomat ( hanya untuk
sambah mentah dan sambal matang )
Bawang putih
Bawang merah
Kemiri (hanya untuk sambal matang)
Terong bulat, iris
tipis-tipis ( hanya untuk sambal mentah )
Jeruk sambal / jeruk
purut, belah jadi dua ( hanya untuk sambal mentah )
Cara membuat :
- Untuk sambal
mentah, semua bahan kecuali terong dan jeruk sambal langsung dihaluskan dengan
cobek. Setelah itu tambahkan terong, tekan-tekan pada sambal. Terakhir
tambahkan jeruk, tekan-tekan hingga keluar airnya, ratakan.
- Untuk sambal
matang, semua bahan selain terasi digoreng terlebih dahulu sebelum dihaluskan
dengan cobek.
- Untuk sambal
matah, bawang putih, bawang merah dan cabe dirajang halus, kemudian digoreng
memakai sedikit minyak hingga harum. Angkat, dan langsung disajikan tanpa perlu
dihaluskan.
Yang menarik dari sambal
ini adalah setiap bahan di atas dapat dieliminasi, alias tidak dipakai, bahan
yang manapun termasuk terasi ataupun cabe rawit. Mungkin terdengar aneh, sambal
tanpa cabe ? Tetapi memang benar, hal itu dapat dilakukan, saya pernah membuat
sambal semacam itu untuk anak kecil dan mereka menyukainya.
Problem yang mungkin
terjadi di luar Indonesia, adalah ketiadaan terasi. Hal itu bukanlah masalah,
jika kita menggoreng sedikit ikan teri atau kepala ikan yang kecil, atau tulang
ikan yang kecil sedemikian rupa hingga hampir hangus, maka kita telah menemukan
pengganti terasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar